Tantangan Generasi Milenial dalam Dakwah Zaman Now


Tantangan Generasi Milenial dalam Dakwah Zaman Now
Dakwah, apa itu dakwah???
Pengertian Dakwah secara umum yaitu panggilan,seruan,dan ajakan. Ajakan maksudnya disini yaitu menyeru manusia mengakui akan kebesaran Allah Yang Maha Kuasa serta perlunya kita hidup dengan berlandasakan Al-qur’an dan As-sunnah. Perkara ini menjadi inti bagian dari dakwah.
Pada Zaman Now ini perkembangan teknologi dinegara Indonesia sangat berkembang dengan pesat, para kalangan remaja banyak menggunakan teknologi ini seperti gadget,laptop,dan lainnya. Kalangan remaja banyak menghabiskan waktunya pada dunia Sosial Media atau juga dengan browsing internet setiap saat.
Sebagai Generasi Milenial, kita dapat memanfaatkan teknologi seperti gadget untuk berdakwah dijalan Allah. Kita dapat menggunakan sosial media kita dalam berdakwah,sebab hampir semua kalangan remaja banyak menggunakan sosial media ini. Kita juga dapat membuat blog pribadi mengenai Islam. Tidak hanya itu,kita juga dapat berdakwah secara langsung atau tatap muka dengan orang tersebut.
Namun tidak semua kalangan remaja menerimanya dengan baik, banyak kritikan,anti dakwah,protes, dan masih banyak lainnya.
Adapun Tantangan Generasi Milenial dalam Dakwah Zaman Now seperti adanya teknologi, dengan seiringnya perkembangan zaman, banyaknya muncul teknologi-teknologi canggih yang dapat memudahkan banyak akses maupun komunikasi dalam maupun dalam dunia bisnis.
Untuk komunikasi biasanya dengan mengunakan sosial media,remaja banyak menghabiskan waktunya pada sosial media ini sehingga jarang bersosialisai dalam masyarakat. Para remaja sibuk dengan gadgetnya masing-masing kadang hingga lupa dengan waktu dikarenakan terlalu asik main gadgetnya dan juga jarang menghadiri majelis ilmu. Oleh sebab itu,sebagai aktivis dakwah kita dapat mengajak atau berdakwah disosial media, dikarenakan para remaja banyak hadir disosial media tersebut. Kita gunakan sosial media dengan sebaik mungkin agar orang-orang yang membacanya dapat hidayah atau hikmah dari apa yang kita sampaikan mengenai agama Islam.
            Adapun tantangan lainnya seperti ujian keimanan diri sendiri,pada zaman now ini banyak pengaruh-pengaruh yang menyimpang dari agama ataupun norma. Semakin kokoh iman seseorang itu dikala banyak masalah yang menghantui,banayk ujian yang terus menghampiri, namun dapat terselesaikan dengan baik juga dikarenakan keimanan itu haruslah kokoh dalam diri kita sendiri dan juga tetap istiqomah dalam jalan agama Allah Swt.
            Bukan hanya itu ,cacian,makian,hinaan itu udah pasti didapat disaat kita berdakwah. Ketika seseorang yang kita nasehati itu tidak menerima dakwah ataupun nasehat yang kita berikan kepada dia biaasanya ada yang protes dan ada juga yang menerimanya dengan baik. Namun kita tidak boleh untuk pantang menyerah dengan adanya hinaan dan cacian tersebut,dan juga dapat mengendalikan diri disaat pada situasi tersebut,tidak tersulut emosi dengan ucapan yang kurang mengenakan.
            Tidak hanya itu,adapun tantangan dakwah yang terpenting saat sekarang ini yaitu, bagaimana caranya agar Tauhid dapat dipahami dengan benar, karena pada zaman sekarang ini tidak ada yang bisa membentengi diri selain diri sendiri. Berarti yang paling utama itu Tauhidnya. Di Era segalanya dapat diakses dengan mudah,informasi baik dan buruk begitu banyak.
            Jadi kesimpulannya, Dakwah adalah yang utama dari yang paling diutamakan, tapi bukan berarti kewajiban sholat dan lain-lainnya tidak utama, Cuma dakwah itu prioritas hidup. Ketika prioritas hidup kita untuk berdakwah menyerukan kebenaran dan mencegah kemungkaran disekitar, kita pasti mikir lebih jauh lagi. Ngapain sih kita berdakwah segala?? sulitlah nanti dikucilkan,dihina,dikata-kata,dan sebagainya. Itu merupakan tantangannya.
Misal, seseorang ingin nilai ujiannya diatas rata-rata dari semua temannya. Tapi dia belum banyak menguasai ilmu-ilmu itu. Maka, pokok utama yang harus dia lakukan ya belajar sampai bener-bener puas. Bener-bener bisa untuk menghadapi ujian tersebut, tinggal nilai ikhtiar sama Allah juga perlu dikuatkan.
Beda kalo kita di kehidupan dapat tantangan dulu, istilahnya ujian dulu baru belajar buat tantangan-tantangan selanjutnya. Lain halnya dengan sekolah, sekolah itu belajar dulu baru ujian dan nilai dari hasil jerih payah belajarnya.
Dakwah seperti itu. Seberapa penting dakwah bagi pengemban dakwah, tidak akan lagi berfikir resikonya nanti. Pasti terjadi resiko-resiko nantinya. Hanya kesiapan mental saja yang perlu banyak dikuatkan, tak lupa ikhlas dalam  menjalankan serta istiqomah.
           
           
           
Mohon kriitik dan sarannya
@maiyolarindiani19

Komentar